tugas pembuatan artikel opini
SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs) DAN DAMPAK PENDIDIKAN INDONESIA DI TENGAH PANDEMI COVID 19
tugas pembuatan artikel opini
Mata kuliah : character building
Dosen pembimbing : Elpa Hermawan, S.Ikom, M.M
Oleh : VINA ALSYAH DAMAYANTI
ABSTRAK
Akibat adanya pandemic covid-19 di Indonesia, pembelajaran yang
awalnya berada disekolah digantikan menjadi dirumah melalui system daring.
pembelajaran daring memiliki berbagai keterbatasan Misalnya, ketiadaan
fasilitas gawai (ponsel, laptop, dan tablet), rendahnya pemahaman tentang media
digital, terbatasnya kemampuan membeli pulsa, dan keterbatasan sinyal.
Pembelajaran daring tidak hanya bermasalah dalam teknis saja, akan tetapi
esensi ataupun tujuan pembelajaran belum betul-betul teruji keefektifannya dalam
dalam sistem pembelajaran daring. Siswa yang terbiasa belajar secara tatap muka
dan dijelaskan langsung dengan guru, kini guru hanya memberi instruksi bacaan
dan memberi tugas, haltersebut membuat siswa semakin kebingungan karena tidak
adanya penjelasan yang jelas akan tetapi dipaksa untuk faham dengan mengerjakan
tugas. Banyaknya mata pelajaran yang ditempuh siswa, sama dengan banyaknya
tugas yang akan siswa selesaikan. Dengan banyaknya tugas tersebut membuat siswa
tertekan secara psikologis. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif
deskriptif yang mendeskripsikan layanan bimbingan belajar dalam mengurangi
kesulitan belajar siswa pada masa COVID-19. Solusi tersebut diberikan kepada
siswa dan kemudian dilihat layanan bimbingan belajar dalam mengurangi kesulitan
belajar siswa kemudian diambil beberapa siswa untuk diwawancarai mengenai
strategi guru dalam pembelajaran. Selama memberikan bimbingan belajar, siswa
selalu meminta untuk dibantu mengerjakan tugas atau hanya menerangkan materi
yang belum ia fahami. Dengan adanya hal tersebut menjadi jawaban bahwa siswa
memerlukan pendampingan dalam belajar, hingga materi dapat terserap secara
optimal. Orang tua harus lebih ekstra dalam memerhatikan belajar siswa saat
pembelajaran melalui daring.
Kata kunci : bimbingan belajar, pembelajaran, pembelajaran daring
PENDAHULUAN
Sejak bulan maret indonesia menjadi sala satu negarayang terdampak
Covid-19. Sepertihalnya wabah virus MERS dan SARS, Covid-19 tergolong menjadi
virus yang berbahaya karena dengan mudahmenular kepada orang lain dan dapat
berakibat fatal. Oleh karena itu pemerintah mengeluarkan aturan untuk
melindungi masyarakat dari Covid-19. Pendemi Covid-19 berpengaruh besar
terhadap kehidupan masyarakat, termasuk dalam hal pendidikan. Pada awal masuknya
Covid-19 pemerintah meliburkan sekolah selama 2 minggu untuk mencegah penularan
covid19 yang semakin menambah. Karena penanganan yang belum dapat optimal dan
penderita terus bertambah maka pemerintah memutuskan untuk melanjutkan libur
dengan belajar dirumah. Pendidik harus memastikan kegiatan belajar mengajar
tetap berjalan, meskipun peserta didik berada di rumah. Maka dari itu pendidik
dituntut mendesain media pembelajaran sebagai inovasi dengan memanfaatkan media
daring (online). Hal Ini juga ditegaskan oleh pemerintah dengan dikeluarkannya
surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia terkait Surat
Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa
Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memutuskan, seluruh proses pembelajaran
anak usia sekolah dilakukan melalui pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring
selama masa darurat Covid-19. Memang tidak semua anak dapat menjalani secara
konsisten pembelajaran daring karena berbagai keterbatasan. Misalnya, ketiadaan
fasilitas gawai (ponsel, laptop, dan tablet), rendahnya pemahaman tentang media
digital, terbatasnya kemampuan membeli pulsa, dan keterbatasan sinyal. Namun,
hampir sebagian besar siswa telah merasakan pembelajaran daring. Pembelajaran
daring tidak hanya bermasalah dalamteknis saja, akan tetapi esensi ataupun
tujuan pembelajaran belum betul-betul teruji keefektifannya dalam dalam sistem
pembelajaran daring. Masalah-masalah baru mulai bermunculan ditengah
permasalahan teknis belum terselesaikan dengan baik. Siswa yang terbiasa
belajar secara tatap muka dan dijelaskan langsung dengan guru, kini guru hanya
memberi instruksi bacaan dan memberi tugas, haltersebut membuat siswa semakin
kebingungan karena tidak adanya penjelasan yang jelas akan tetapi dipaksa untuk
faham dengan mengerjakan tugas. Banyaknya mata pelajaran yang ditempuh siswa,
sama dengan banyaknya tugas yang akan siswa selesaikan. Dengan banyaknya tugas
tersebut membuat siswa tertekan secara psikologis. Siswa membutuhkan bimbingan
dalam memahami materi terlebih siswasiswa yang masih dalam membenuk pemikiran
seperti tingkat PAUD hingga SD. Anak dalam usia-usia itu sedang mengeksplorasi
kehidupan, jadi apa bila tidak terdapat pengarahan maksud dari materi yang
sedang dipelajari memungkinkan siswa akan lebih bingung atau salah memahami
materi. Bimbinganelajar yang dapat dilaksanakan dirumah-rumah warga dengan
tetap memahami protokol kesehatan akan lebih membantu siswa dalam pemahaman materi
dan pengerjaan tugas.
PEMBAHASAN
1. Dampak covid-19 dalam pendidikan
Proses pembelajaran di sekolah
merupakan alat kebijakan publik terbaik sebagai upaya peningkatan pengetahuan
dan skill. Selain itu banyak siswa menganggap bahwa sekolah adalah kegiatan
yang sangat menyenangkan, mereka bisa berinteraksi satu sama lain. Sekolah
dapat meningkatkan keterampilan sosial dan kesadaran siswa. Sekolah secara
keseluruhan adalah media interaksi antar siswa dan guru untuk meningkatkan
kemampuan integensi, skill, rasa tanggung jawab dan kasih sayang diantara
mereka. Tetapi sekarang kegiatan yang bernama sekolah berhenti dengan tiba-tiba
karena gangguan Covid-19.
2. Study from home
Di tengah kondisi penyebaran Pandemi
COVID-19 (corona virus disease) yang melanda Indonesia, dunia pendidikan pun
terkena imbas dari bencana ini. Beberapa daerah telah mulai melakukan proteksi
terhadap seluruh warga termasuk para siswa dengan menerapkan study from home.
Dengan kebijakan ini, maka di dunia pendidikan membuat para siswa melakukan
proses pembelajaran dari rumah. Dengan kebijakan study from home ini, seluruh
elemen ekosistem pendidikan harus beradaptasi dengan metode pembelajaran jarak
jauh. Pemerintah
Indonesia juga telah mengambil tindakan sejak Indonesia terkonfirmasi kasus
COVID-19 pertama pada awal Maret 2020. Pemerintah Indonesia menghimbau agar
mengurangi kegiatan berkumpul dan melakukan kegiatannya di rumah guna mencegah
penyebaran COVID-19. Kegiatan yang dimaksud adalah bekerja, beribadah, dan juga
bersekolah. Jadi kegiatan-kegiatan itu dilakukan dari rumah secara daring.
Namun, karena banyak masyarakat Indonesia yang menganggap remeh himbauan
pemerintah ini dan menyebabkan kenaikkan pasien yang terindikasi COVID-19,
pemerintah mulai mengeluarkan tindakan baru, yaitu PSBB ( Pembatasan Sosial
Berskala Besar ) dan memperpanjang waktu pelajar agar tetap belajar di rumah
dengan metode daring. Bersekolah ataupun berkuliah di rumah (Study From Home)
melalui metode pembelajaran daring dengan menggunakan aplikasi, seperti Google
Classroom, WhatsApp, Edmodo, Zoom, dan lain-lain, yang bisa diakses menggunakan
smartphone, tablet, notebook atau laptop yang telah terkoneksi internet.
3.
Berikut
beberapa contoh dampak virus Covid-19 terhadap kehidupan
- Dampak pada masyarakat
Awal mula kasus Covid-19 di Indonesia membuat banyak
warga takut sekaligus was-was karena virus ini sangat menular.
Dampaknya terhadap masyarakat, pembatasan sosial ini
dilakukan oleh pemerintah, ketika keluar rumah harus selalu memakai masker,
menjaga jarak 1 meter dari satu sama lain, dan juga sering mencuci tangan pakai
sabun selama 20 detik. Kebiasaan baru ini harus kita terapkan untuk mengurangi
penularan virus covid-19.
- Dampak terhadap ekonomi
Keuntungan yang diperoleh pelaku usaha mengalami
penurunan akibat wabah Covid-19, baik dari sektor pariwisata maupun sektor
penerbangan sepi penumpang akibat kebijakan social distancing. Di sektor
industri pabrik, produksi juga mengalami penurunan akibat banyaknya karyawan
yang di-PHK (PHK) serta dipulangkan oleh perusahaan sehingga mengakibatkan
banyak orang menganggur.
Waralaba atau warung kecil juga diberikan kebijakan
pemerintah yang biasanya buka dari jam 08.00 – 20.00 dikurangi jam buka sampai
jam 08.00 – 15.00 WIB.
Penggunaan uang digital untuk membeli barang, karena uang
kertas merupakan perantara penyebaran virus covid-19 yang mudah menular
sehingga banyak orang menggunakan uang digital untuk menghindari penularan
virus covid-19.
- Dampak pada pendidikan
Ketika wabah covid-19 menyerang Indonesia, Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan bahwa sekolah atau bidang
pendidikan lainnya menyelenggarakan sistem pembelajaran jarak jauh / online,
yang kini biasa disebut School From Home (SFH).
Melalui sistem ini, semua materi dan tugas dibagikan
secara online. Hampir semua sekolah dan universitas tutup sementara agar kegiatan
belajar langsung (tatap muka) tidak memperburuk infeksi virus covid-19.
- Dampak pada pekerjaan
Tidak hanya sekolah yang dilakukan secara online, namun
di tempat kerja sistem Work From Home (WFH) juga diterapkan. Hal ini berdampak
pada orang yang bekerja di area perkantoran.
Terkadang pekerja kantoran memiliki jadwal piket sehingga
saat di area kerja tidak banyak orang yang berkerumun dan juga dapat memutus
mata rantai penyebaran virus.
- Dampak pada politik
Dalam sistem pemerintahan, banyak terjadi perubahan
selama pandemi akibat Covid-19. Pandemi COVID-19 telah memengaruhi sistem
politik beberapa negara, yang menyebabkan penangguhan kegiatan legislatif,
isolasi atau kematian beberapa politisi, dan penjadwalan ulang pemilihan karena
kekhawatiran penyebaran virus.
Di Indonesia, Pemilu 2020 yang rencananya digelar pada 23
September ditunda, sehingga Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengajukan penundaan,
dan bakal digelar pada 9 Desember. Usulan itu
kemudian disetujui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). dan kemudian ditandatangani
oleh Presiden Joko Widodo pada 5 Mei.
PENUTUP
Ada dua dampak bagi keberlangsungan pendidikan yang disebabkan oleh
pandemi Covid-19. Pertama adalah dampak jangka pendek, yang dirasakan oleh
banyak keluarga di Indonesia baik di kota maupun di desa. Pandemi COVID-19
(corona virus disease) yang melanda Indonesia, dunia pendidikan pun
terkena imbas dari bencana ini. Beberapa daerah telah mulai melakukan proteksi
terhadap seluruh warga termasuk para siswa dengan menerapkan study from home.
Sistem belajar dari rumah, dalam surat edaran nomor 15 tahun 2020 tentang
pedoman penyelenggaraan belajar dari rumah dalam masa darurat penyebaran corona
virus disease (covid-19) dalam bab 2 poin C yang berbunyi pelaksanaan belajar
dari rumah oleh guru. Hambatan : orang tua siswa gaptek, akses internet, sulit
memahami materi, rasa malas dan sulit berkonsentrasi. Solusinya yaitu : membuat
media pembelajaran sistem daring, komunikasi dengan wali murid, membuat
ringkasan pembelajaran, memberikan tugas yang mendorong siswa untuk aktif
DAFTAR PUSAKA
Aji, Rizqon Halal Syah. 2020. Dampak Covid-19
pada Pendidikan di Indonesia:
Sekolah,
Keterampilan, dan Proses
Pembelajaran.
Jurnal Sosial & Budaya Syar-i
FSH UIN
Syarif Hidayatullah Jakarta Vol. 7 No. 5.
Halaman 395-402,
Nelyahardi, Molia Prizunil. 2016. Layanan
Bimbingan Belajar dalam Mengurangi
Kesulitan Belajar Siswa Kelas IV Sekolah
Dasar. Jurnal Gentala Pendidikan Dasar.
Vol.1 No. I. Halaman 117-13. http://online-
journal.unja.ac.id/index.php/gentala
Surat edaran kemendikbud No 15 Tahun 2020
tentang pedoman penyelenggaraan
belajar
dari rumah dalam masa darurat
penyebaran
corona virus disease (covid-19)
Permendikbud
Nomor 23 Tahun 2016 Tentang
Penilaian Hasil Belajar.

Komentar
Posting Komentar